Layanan Perasaan

0048 – 28 November 2006
Layanan Perasaan


Hampir sejam selepas aku menaip entri depresi yang sebelum ini, aku kembali untuk menaip entri yang baru.

Sememangnya, selepas aku menaip entri tersebut, aku sedikit lega, beban sedikit hilang, dan lelah semakin berlalu.

Tapi aku rasakan ianya masih tak cukup untuk menghilangkan segala rasa. Aku perlukan sesuatu untuk menyalurkan rasa ini agar ianya pergi, dan aku kembali seperti sedia kala.

Hasratku untuk tidur awal ku hentikan. Aku tak jadi menutup laptopku. Lantas aku mencari tempat untuk menghilangkan depresi. Application ”Windows Media Player” ku buka, dan aku mencari-cari lagu untuk membuaiku.

Sebetulnya, agak payah untuk ku memilih. Aku menyimpan hampir 2000 lagu di dalam laptopku. Aku suka menyimpan, walau tidak semua ku dengar. Tapi aku mudah untuk memilih beberapa lagu favourite.

Aku ’random’ kan playlist, dan aku ’crossfade’kan 10 saat setiap satunya. Biar ia menjadi satu medley panjang yang membuai.

Hasilnya terjadilah susunan lagu seperti berikut:


Berteman Sepi (Erra Fazira)
Maha Karya Cinta (Faizal OIAM)
Merisik Khabar
(Sudirman)
Sampai Menutup Mata (Acha Septriasa)
Enggan (Fauziah
Latiff)
Beradu Di Khayalan (Siti Nurhaliza)
Hurt (Christina
Aguilera)
Hati Berbisik (Siti Nurhaliza)
Andainya Aku Bersuara (Liza
Hanim)
Sengsara (Ezlynn)
Cuba Untuk Mengerti (Siti Nurhaliza)
Hapus Aku
(Nidji)
Ku Menunggu (Siti Nurhaliza)
Berhenti Berharap (Siti
Nurhaliza)
Beberapa lagu jepun yang ada ’sentimental value’

Ada lagu yang pernah didengar, ada yang tak pernah didengar. Aku akui, aku amatlah emosional dan aku memang suka melayan perasaanku. Lagu-lagu tersebut membawa aku menerawang jauh, aku maluah segala rasa melalui lagu-lagu tersebut.

Dan proses layanan perasaan pun bermula!

... masih ada sembunyi, kenangan yang tak mampu ku lemparkan jauh...
... manisnya pertemuan pahitnya perpisahan...
... kini berteman sepi, kini aku sendiri...
... di kamar sepi ini titisan membasahi...
...dan aku tidak tahu pada siapakah untuk ku luah rasa...

... adakah aku yang salah atau hanya helah sahaja...
... bila kau berlalu ku rindu...
... kau bagaikan udara yang membantu aku untuk terus hidup di atas dunia...
... tanpamu ku lemah pastiku tak berdaya...
... kerna kau maha karya cinta...
... kau takkan dapat aku lupakan....

... terkapar-kapar ku kelemasan sakit dilambung ombak kerinduan...
... mengapa aku jadi tidak menentu keranamu...
... tiada salam tiada pesan, memaksa diri untuk melupakan...
... ku kegelisahan, mencari-cari ke mana pergi harga diri ini...
... bertanyakan berita, merisik khabar, mendengar cerita...
... melaluinya kau ku hampiri bersama luka di hati...

... aku tak mudah untuk mencintai...
... aku tak mudah mengaku ku cinta...
... aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta...

... dalam kegelapan ku tercari...
... nak ku mimpi tapi enggan terlena...
... mestikah aku yang dulu meluahkan...
... enggan mengundang...

... kini berlalu semua kenangan, sepi berlagu membelai perasaan...
... tanpaku sedari, kau menghilang bersama bayangan...
... air mataku menjadi saksi kerinduan...
... dikau kini di awangan, tak tercapai tangan...

... seems like it was yesterday, when I saw your face...
… thank you for all you’ve done…
… sometimes I want to call you, but I know you won’t be there…
… I’m sorry for blaming you for everything I just couldn’t do…
… And I hurt myself…

... hati berbisik mengenang cerita derita yang daku pendam...
... aku kini perlu berdiri, walau hakikatnya pasti kan melukai...
... aku ingin semua rasai, kerna pengakhirnya hidup, ku sendiri....

... akulah sebatang kara dan tiada tempat bercerita...
... segalanya ku diamkan saja, maka hati pun mulalah berkata-kata...
... di manakah letaknya diriku ini sehingga ku rasa sungguh asing sekali...

... sendiri di kamar ini daku meratapi, subuh bakal menyinsing...
... fikirkan apa yang kurang pada diriku atau salah lakuku...
... terlantar, terketar-ketar kedinginan berselubung kenangan...

... bukankah semestinya cinta yang bisa membuat bahagia...
... tak habis ku berfikir sampai bila begini...
... ku cuba selalu untuk mengerti tapi tak mampu bertahan lagi...
... seharusnya kau tahu takkan semudah itu...
... bila memang kau tulus mencintaiku...

... tuliskan kesedihan, semua tak bisa kau ungkapkan...
... yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku, biarkan waktu hapus aku...
... sedarkan aku Tuhan dia bukan milikku, biarkan waktu hapus aku...

... ku begini seperti selalu membilang waktu berlalu...
... entah berapa lama aku tak sedarinya, berapa lama harusku menunggu...
... aku mimpikan suram cahaya bertukar cahaya indah...
... ku tunggu angin perubahan, barat utara timur selatan...
... airmata dan senyuman, antara mimpi dan harapan...
... adalah rindu semilu menghiris kalbu...
... masih lagi seperti selalu membilang waktu berlalu...

... aku tak percaya lagi dengan apa yang kau beri...
... aku berhenti berharap dan menunggu datang gelap...
... hingga nanti satu saat tak ada cinta ku dapat...
... mengapa ada derita bila tercipta bahagia...
... aku pulang tanpa dendam, ku terima kekalahanku...
... kau ajarku bahagia kau ajarkan aku derita...
... kau tunjukkan aku bahagia kau tunjukkan aku derita...
... kau berikan aku bahagia, kau berikan aku derita...

Aku akui, aku sebak ketika melayan perasaan melalui cara tersebut. Aku menangis, tapi tidaklah sekuatnya. Entah kenapa, seteruk mana pun keadaan ku, aku memang jarang menangis. Aku hanya mengalirkan dua tiga titik air mata, dan aku rasa lega.

Kelegaan dapat kurasakan ketika ini. Syukur aku memilih untuk mengambil langkah tersebut yang secara tak langsung menghalang aku buat beberapa perkara bodoh yang telah aku fikirkan. Syukur sangat!

Aku hanya ingin berkongsi caraku mengurangkan depresiku. Mungkin ada yang menggelakkan cara ini, peduli apa, bagiku cara ini amat berkesan bagiku. Dan kini aku semakin ok.

Hanya berkongsi.


:::YTBACK!!!:::

Dari Yang Terdalam...

0047 – 28 November 2006
Dari Yang Terdalam…

I always asked myself, what do I want in life? What I really, really want to fulfill my desire? Also, what is my purpose in life?

Going through life in all these years, watched one to one of my dreams slipped away from me. Some of them, I slipped on purpose, but many of them were accidentally slipped and taken off from me in such a way that I am not approved.

I always said this, life is life. It is subjective. It can’t be predictable. Yes, I always said that.

But sometimes, there are times when I questioned back to myself, what kind of life this is, when I felt nothing except loneliness and lose of hope.

I admit it happened to me most of the time. And things that happened had shaped me into the way that I am today.

I am not a perfect person, nor a foul person. I have strengths, I have weakness. Sometimes I used my strength well, but sometimes it seems like my weakness has dominated me.

Going through these entire years make me realized, there are things that should not be granted. It might slip away and make you mourn of it.

It happened to me from time to time. On my positive mind, I always want to see the bright side of it. Look for the rainbow in every storm, they say. But what if, the storm is too harsh and the rainbow is far away from being seen?

On my negative mind, this is what I want to talked about. I always terribly look to my problems as the source for me to mourn of my fate and destiny. I know, in the process of that, I was doing nothing to improve. I am getting used to those feelings, and somehow I always allow myself to be entertained by it.

But, when it comes for me to realized how I am being fooled all these time, I was doing nothing, except crying. Sometimes it makes me better, sometimes it doesn’t.

The question is, how long will all these affect me, as I, myself has not enough energy to cry anymore. I’m tired of it, I’m sick of it!

P/s – don’t bother about the ‘tone’ of this entry, I just express it truly from my heart. Dari Yang Terdalam…


:::YTBACK!!!:::

Non-equilibrium and open system???

0046 – 25 November 2006
Non-equilibrium and open system???

Prolog

Sometimes when we are in equilibrium state, somehow like closed system, we forgot that there always something that can be vulnerable and will disrupt the condition. When we are in happy mood, we forgot that we also can be sad too.

Firstly, before I go on with this entry, sorry again for the readers who find this place is not amusing as any other blog site. I cant help it guys. I only have force to write and tell you stories about e when I am in this state of mood – depression mood. So I think I will just go on with this. Maybe after this, I will write when I am in good mood ok…

Ok, back to the story.

(duh letih speaking ni, tak terluah rasanya, aku campur-campur la ek)

Konflik lagi…

Camni, actually apa yang aku perasan tentang diri aku ni, aku benci konflik atau pergaduhan. Aku benci orang benci aku. Perasaan bila kita dibenci, rasa macam tak selamat dan menyakitkan. Tu yang buat aku benci tu.

Tapi life is life. Kita tak mampu nak puaskan hati semua orang, dan orang pun susah nak puaskan hati kita.

Banyak kali aku mengalami pengalaman dibenci dan membenci.

Apa yang aku buat bila aku rasa ada orang tak suka dengan tindakanku?

Firstly, aku memang tak kisah untuk mintak maaf. Ya, aku akan mintak maaf dan berharap untuk dimaafkan. Dan berharap dia dapat terima aku balik seperti sedia kala. Aku tak kisah untuk mengakui kesalahanku, dan kadangkala untuk membuat keadaan normal seperti sedia kala, aku tak kisah untuk mengakui kesalahan yang bukan aku lakukan. Semuanya sebab aku tak nak konflik tu berlarutan.

Tapi, when it times when my apologizes are not accepted, and they make me feel like i have nothing in this life except my error, I somehow get mad. Penat je kita merayu untuk dimaafi, tapi tak diendahkan. Rasa macam takde harga diri, n rasa macam dipermainkan.

Yela, kita dah buang segala ego, buang segala rasa, tak kisah pasal pendirian, untuk mintak maaf, tapi bila kita diperbuta begitu, siapa yang tak sakit hati. N later on, aku pulak yang rasa sakit hati.

Sampailah bila keadaan dia maafkan kita, aku pulak yang tak boleh memaafkan. Pelik bukan.

But that’s me. Itu adalah aku dan bagaimana aku menghadapi situasi tersebut.

Some people may look errors as something from the past, and can forget it entirely. But for me, I can forgive but I can never forget.

Don’t know why bila aku fikir balik keadaan-keadaan tersebut, walaupun selepas ianya kembali normal, aku tertekan. And that’s lead me to write this entry yang penuh dengan depression tone.

Kisahnya

Kisahnya, biarlah aku rahsiakan. Aku tak suka buka pekung di dada sendiri dan cerita pasal orang lain.

Just a brief, knowing someone through sms and we get along really nice. It makes me feels good when I think that there is someone who can get along with us walaupun dia hanya mengenali kita sedikit cuma.

Until some point, I admit, I made a mistake. And this person cannot accept it. And I apologized and now this person makes me in blue. Because this person does not reply to any sms, or ym or anything.

Maybe the friendship is too shallow and there is nothing strong that bind us together. Maybe it was me who wrong entirely. Yes, I was wrong I admit!

Tulah, bila keadaan macam ni aku mula rasa tak selamat. It’s bad to think that there is someone in this world who hates us on our behavior. It makes me feel sick!

The same situation has happened to me over and over again. And I am sick of it!

But at the bright side, it adds up my experience to deal with life. I guess this is life – it’s not equilibrium and it is an open system!


:::YTBACK!!!:::

Just telling u something...

0045 – 23 November 2006
Just telling u something…

Prolog

Well thanks for the comments, at least a have someone who read this blog regularly.

I dedicated this entry to reply back most of the comments cos, right now I don’t have anything to do except sleeping and daydreaming. So I better get something to be done.

Tone

Huhu, one I noticed when they comments, it make me realized the ‘tone’ of this blog. Betul ke tone blog ni ala-ala frust melarat, tension and down gila?

Well kalau betul, nak buat macam mana. Aku ada perasaan untuk menulis bila aku rasa tension.

Aku perasan this blogging-blogging thing somehow can relieve my stress yang kadang-kadangnya aku tak boleh luahkan dalam real world.

Hanya kat sini aku bisa luahkan sejujurnya ke atas sesuatu perkara walaupun aku masih lagi sedikit berselindung dalam meluah, bimbang kalau yang terkena akan membaca.

Panjang n non-understandable

But when it comes to blog, when times I have to express what I feel inside, aku memang suka tulis panjang-panjang. (maybe because of this, I think I don’t have any regular readers).

Perasaan memang sukar digambarkan dengan kata-kata. Thats why sometimes bila aku menaip, aku taip ni, n taip that, n tak sangka-sangka ianya panjang. So nak buat macam mana?

Bila panjang memag susah difahami. My friends once said, nak baca blog ko, macam nak kena studi bio, kena cari isi penting, highlight n so on. Hurm, tatau la nak cakap ape. At least bila aku dah menaip, I feel relieve inside.

Komen

Aku tak kisah korang nak komen aku kat sini. I find this place is the place where i want to improve myself.

Despite all my monotonous entries, I am cheerful in the real world. But somehow, inside I feel different.

That is I want to picture out in this blog. Komen korang maybe akan membantu aku sort things out when I don’t know what to do.

Komen je sejujurnya. – Andai kau jujur memahami, tiadaku menjauhi – =)

Fighting for a losing battle

Hurm, let me elaborate more in this. Bout “fighting for a losing battle”, entah macam mana I always fall for a girl yang dah bercouple n ada balak. That’s y I called it “fighting for a losing battle”

Sebabnya aku tahu ianya agak sukar untuk mencapai kejayaan. Aku memang berharap at first. Aku akan merapati, then tengok macam mana – ada harapan atau tidak.

Bila dah rapat – one i realised about these girls, diorang still attached to their bf. And their was no more space for me to interrupt.

Bila dah takde harapan – baik aku bla je. I’ll move on, but at the moment i feel depress, tulah terjadinya entri yang meratap n macam kesian je bila baca.

But sebenarnya as times goes by, aku ok je, cos it adds something for me.

N for hilman, I’m aint nothing like u. Tengok je la macam mana kau strive for the “biskut”.

Aku selalu fikir apa perasaan orang kalau aku buat macam ni, macam tu. Tak nak buat diorang feel uneasy. Maybe I think too much?

Matriks?

Huhu... matriks, someone like me? Who? Sapa yang buat khabar angin ni?

As I realized there was no one except two gurls lah yang keep smsing with me, adding colors to my hectic life in matrix. Is that the sign of someone likes me?

N to answer your question, I do like someone back then. Tapi nak buat macam mana dia dah tak layan kita, so again I’ll better move on.

Huhu

Entahlah kan. Banyak sebenarnya I have crush on girls. Huhu (sesi luahan rasa)

Semashur – 2 orang
Matriks – seorang
First year of UTEC – seorang
3rd
sem of UTEC – seorang


Banyak tak? Tu pun kiranya aku susah nak fall for somebody. Kalau tak mesti banyak lagi.

Ym ngan kawan aku, dia kata – mesti sem depan kau dapat yang lain pulak la

Satu semester, satu cerita, satu lagu tema kan. (promo filem cinta)

Gosh, tak sabar nak tunggu citer tu, macam best je.

Penutup

Neway, i better stop now. Kang kata aku meraban tak ingat dunia pulak. Well who cares? Its my blog.

Good day n bye!


:::YTBACK!!!:::

Fighting for a losing battle...

0044 – 22 November 2006
Fighting for a losing battle…

Saat aku ada masa untuk diri sendiri begini, aku seringkali menilai diri. Apakah ianya cukup bagus atau perlu diperbaiki. Seringkali aku berkeputusan masih banyak perlu diperbaiki.

Banyak juga perlakuan seharianku yang ku sesali saat begini. Kadangkala ianya tak mampu dikawal, jadi ianya memang di luar kemampuan diri.

Tapi saat-saat begini, aku begitulah. Berfikir, menilai dan menyesal. Acapkali juga merancang untuk memperbaiki di masa akan datang, namun kebanyakkannya rancangan tinggal rancangan.

Merancang memang mudah, tapi bila saat melaksanakannya rancangan itu bagaikan tersasar. Akhirnya aku tidak menjadi semakin baik malah makin jauh dari yang dirancang.

Aku adalah aku. Aku tak bisa menjadi orang lain dan aku tak bisa menurut rancangan, walaupun ianya rancangan diriku sendiri. Akhirnya yang terdalam diri ini juga yang kerap ku pertontonkan di khalayak.

Sering ku bertanya adakah ianya tak cukup bagus?

Entahlah.

3 semester telah berlalu, aku rasakan pengalaman makin bertambah, tapi aku masih di takuk lama. Pencarian dan pemburuan untuk mencari seringkali berakhir dengan kebuntuan.

Di tahun pertama, aku meminati seseorang. Banyak yang ku lakukan untuk menarik perhatiannya. Hadiah, siap ada lagu tema lagi. Dealova.

Sudah kuluahkan, namun ianya tidak ke mana. Dia tak mengendah mungkin. Aku tak kisah ditolak begitu, tapi jauh di sudut hati aku bertanya adakah aku ni terlampau teruk.

Tapi aku tidak salahkannya, kerana aku tahu dia pun sudah terikat dengan orang lain. It’s like I was fighting for a losing battle there. So I move on.

Semester 3 bermula, semester baru. Azam baru. Juga entah bagaimana, cerita baru dan rasa baru timbul.

Aku adalah aku. Aku tidak akan terus meluah, aku ingin merapatinya dulu. Dalam proses inilah aku mengenal sama ada dia dapat menerimaku atau tidak.

Banyak masa ku telah habiskan bersamanya. Bukan berdua, dengan yang lain juga. Hadiah dan juga lagu tema. My heart. Hurm, kelakar pulak bila fikir balik.

Sampailah hari terakhir di semester yang lepas, aku berkeputusan untuk menamatkan rasa itu. Kerana bagiku ada orang yang lebih jauh ke hadapan di sisi dia, dan aku takkan mampu mengejar. Again, I was fighting for a losing battle there.

Aku tak mahu meluah saat itu, kerana pedih lama masih menebal. Jadi ku diamkan diri. Aku sekali lagi tidak kisah ianya terjadi, ianya menambah pengalaman dalam hidupku.

Persoalannya kini, adakah semester yang baru ini akan menerbitkan cerita baru? Atau lagu tema baru? Dan hadiah baru? And do I need again fighting for a losing battle?

Kalau ia terbit, ia akan menjadi satu semester, satu cerita, satu rasa. Macam promo filem cinta pulak.

Dan persoalan kedua yang bersarang di fikiranku, adakah aku perlu mengubah diri aku menjadi yang lain? Adakah untuk mencari dan memburu aku perlu menjadi orang lain?

Entahlah. Jauh di sudut hati, aku yakin aku sendiri mempunyai kekuatan dan kelebihan. Jadi aku rasakan tiada gunanya aku berpura-pura menjadi orang lain dalam mencari.

Persoalan ketiga, akan adakah seseorang yang akan mengenal aku sebagai aku? Dan menerima aku sebagai aku?

Aku biarkan persoalan itu kepada Yang Esa. Mungkin dia ada sebab merencanakan begini.

But at this moment, i cant deny that i’m tired of fighting for a losing battle cos it effects me internally. I might be good from the outside, but my emotions runs high and low when I faced this situation.

I’m tired of it!


:::YTBACK!!!:::

Perspektif...

0043 – 21 November 2006
Perspektif...

Banyak perkara yang pelik berlaku di dunia ni. Banyak yang berlaku di luar jangkauan pemikiran dan banyak juga yang berlaku tak tercapai dek akal.

Hidup adalah perkara subjektif. Apa yang tersurat tak semestinya itu yang tersirat. Yang ternampak tak semestinya yang tersembunyi. Juga yang terluar tak semestinya yang terdalam.

Menyusuri pengalaman hidup selama 20 tahun ini, aku menyedari tak semuanya yang kita jangkakan itu betul. Pandangan kita terhadap sesuatu perkara juga mungkin berubah dari satu masa ke masa yang lain. Ianya subjektif.

Kadangkala kita merasakan bunga itu cantik, tapi kadangkala kita merasakan sebaliknya. Kadangkala kita merasakan aiskrim itu sedap namun kadangkala kita tidak menyukainya. Pandangan kita terhadap sesuatu perkara pun nyata berbeza.

Sesuatu telah berlaku di sini. Namun aku tak boleh memberitahu. Sudah berjanji untuk menyimpannya sampai mati. (harapnya)

Walau tidak boleh ku ceritakan, nyata ianya mengubah persepsi aku selama ini. Ia mengubah perspektif aku sehingga aku mengakui semuanya tidak boleh dijangkakan.

Dont judge a book by its cover, kata orang. Aku pernah membidas, a good cover represents good fillings. Tapi keadaannya berbeza mengikut keadaan.

Ada masa yang ternampak itu penting untuk membuat persepsi awal. Ada masa kita patut mengenal sedalamnya baru kita mampu memperoleh persepsi yang betul.

Apa aku mengarut ni?

Camni la to make things simpler, I know this particular person. And my first impression was wow, this is a great person.

But when it look inside in this person there are also some kelemahan yang tak ternampak bila kita memandangnya.

Itu membuatkan aku sedar, setiap manusia memang dilahirkan berbeza-beza. Ada kelemahan dan ada kekuatan.

Yang nyata bagaimana untuk mendominasi kekuatan itu untuk menutup kelemahan?

Aku bersyukur diberi peluang mendapat pengalaman ini yang ku sifatkan amat berharga dan telah mengubah kembali persepsi aku menilai orang. At least i learnt something.

Sori kalau entri ini tidak difahami. Inilah akibatnya kalau nak meluah tapi tetap nak cover. Nak buat macam mana, aku dah berjanji. Lepas ini insyaAllah aku akan jujur dalam menulis entri. Hehe

bye


:::YTBACK!!!:::

Nakal

0042 – 18 Oktober 2006
Nakal

Kadang- kadang untuk mengetahui mengenai hati dan perasaan kita perlu act beyond imagination untuk mengetahui maklumat yang tidak diketahui selama ini. Walaupun dengan cara yang salah!

Hanya dengan cara itu sedikit sebanyak reality keadaan akan terbuka dan kita lebih mengerti keadaan sebenar keadaan itu dan merancang apa yang boleh dilakukan pada masa akan dating.

Itu yang baru berlaku kepadaku di sini aku di sini. Aku telah buat sesuatu yang salah hanya untuk mengetahui perasaan orang kepada aku. Walau dengan menceroboh sedikit hak peribadi.

Kegiatan ’nakalku’ ini sedikit sebanyak membuka mata aku tentang perkara yang selama ini memang tersurat dan nyata di depan mata, tapi hati ini sering memandangnya sebagai sesuatu yang remeh dan tak penting. Hati ini sering menyangkal perkara yang tersurat!

Hinggalah saat ini baru aku sedar, selama ini yang tersurat dan ternampak di depan mata, yang selama ini aku abaikan itulah adalah realiti yang azali. Juga keadaan yang sebenar.

Ini mengajar aku letak duduk diriku di sisi orang lain. Dan positifnya aku kini dapat merancang apa yang boleh ku lakukan di masa akan datang.

Kamal is being kamal. Walau sedikit sebanyak realiti yang baru ku ketahui ini mengguris rasa, tapi aku sentiasa cuba berfikiran positif. Ya, ini adalah pengalaman hidup terbaru buatku. Yang menambahkan rencah hidupku.

Jangan ditanya apakah peristiwanya, kerana aku tak bisa meluah, kerana ada hati-hati yang perlu ku jaga. Biarlah rahsia...

Tapi, aku bersyukur dalam sela waktu yang telah berlalu ini, aku berpeluang mengecapi kenangan bersama mereka. Tanpa sedikit pun aku rasa terasing sebelum ini. Aku bersyukur kerana mereka masih melayanku seperti teman yang rapat, walau sememangnya aku tak layak berada di situ.

Baru aku mengerti mengapa orang-orang di sekeliling sering memandangku sebagai mengganggu hidup mereka. Betapa butanya aku tak perasan perkara ini sedangkan ianya jelas!

Kesepian aku sebelum ini yang mengawal gerak langkahku. Juga perilakuku. Sehingga aku buta dan tak nampak perkara yang jelas nyata. Sehingga aku sendiri berharap kepada sesuatu yang tak pasti.

Apakah akan terjadi begini di setiap semester? Setiap semester yang berganti akan menambah kenangan pedih dalam hidup? Urm, entahlah...

Biarlah dulu rasa ini berlegar sehingga aku lelah merasainya. Bila aku kembali rasional, akan ku atur kembali hidupku yang sedikit kucar-kacir. Syukur cuti baru bermula untuk aku berehat dari memikirkan masalah yang melanda.

Harap aku bisa mengatasi pedih ini.

Bye


:::YTBACK!!!:::